Selasa, 25 Juni 2019

Semarang di Bulan April 19

Di saat orang berlomba-lomba menjadi pahlawan kesiangan, Aku tetap pada melangkah sendiri dengan keyakinan bahwa harapku hanya pada kuasa Tuhan semesta alam.

Aku sengaja menepi ditengah banyaknya pahlawan kesiangan, juga selalu berusaha menjauh dari orang-orang yang katanya dermawan, sebab takut bila kedermawanan mereka menualar hingga akhirnya mereka makin kehilangan arah.

Mungkin sifat, tingkah dan bahasa tubuh yang Aku perankan secara konsisten membuat sejumlah bahkan semua orang merasa risih, tidak nyaman atau bahkan benci. Namun berdiri tegak diatas kaki sendiri adalah prinsip hidup yang tidak boleh diklaim oleh siapapun

Mereka kerap memuji Aku, juga sering menghina Aku. Namun Aku selau berusaha menolak pujian dan dengan senang hati lebih menerima hinaan mereka, sebab itulah kekuatan terbesar dalam diri Aku sebagai pribadi yang tak kenal lelah menerima tantangan dan hambatan apapun. Tulisan ini bukan hanya sekedar mendeskripsikan bahwa beban hidup manusia itu tidak penah hilang sepanjang ia masih dalam posisi bernafas. Sehingga menjalani hidup tanpa harus berharap dengan orang lain itu lebih baik.

Akhirnya Aku mengucapkan terima kasih kepada Tuhan semesta alam yang telah memberi kesempatan kepadaku untuk melangkahkan kaki dari Bantul, Yogyakarta ke Semarang, Jawa Tengah.
Selasa, 20 April 2019